Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa investasi India di Provinsi Jateng menempati urutan ke-17 dengan total realisasi mencapai Rp 646,52 miliar. Realisasi investasi tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain industri tekstil sekitar 62 persen, hotel dan restoran 16 persen, perdagangan dan reparasi 12 persen, serta industri kayu 4 persen.

 

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng, Luthfi menawarkan peluang investasi baru kepada pengusaha asal India di sektor lain, seperti bidang ekonomi hijau (green economy), tenaga medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya. Tawaran tersebut disampaikan Luthfi saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty bersama sejumlah pengusaha asal India yang telah berinvestasi di Indonesia, Kamis (19/2/2026).

 

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Jateng itu, Luthfi memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2025 mencapai 5,37 persen, sedangkan angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen. "Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India, (dan investasi dalam negeri). Jateng adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

 

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai realisasi investasi Jateng pada 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 37,64 triliun. Dari nilai investasi itu, sebanyak 105.078 proyek telah terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

 

Tanggapan Dubes India

 

Menanggapi tawaran Luthfi, Dubes India Shri Sandeep Chakravorty mengatakan bahwa pemerintah India dan para pengusaha tertarik untuk berinvestasi di Jateng karena kesamaan India dan Indonesia, khususnya Jateng, sebagai wilayah padat penduduk. "Saya mengapresiasi iklim investasi di Jateng yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jateng, seperti di rumah sendiri," katanya. Sandeep menambahkan, salah satu perusahaan asal India akan groundbreaking di Jateng pada Agustus 2026, dengan nilai investasi mencapai 30 juta dollar Amerika Serikat (AS).


Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/02/19/171613278/realisasi-investasi-india-di-jateng-tembus-rp-64652-miliar-gubernur-luthfi.