Pengolahan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) - Kabupaten Demak

Latar Belakang Proyek

Kabupaten Demak saat ini menghadapi masalah pengelolaan sampah yang harus segera diselesaikan. Pada tahun 2025, volume sampah di Kabupaten Demak diperkirakan mencapai 626,4 ton/hari, sementara kapasitas pengangkutan sampah ke TPA Berahan Kulon hanya 120 ton/hari. RDF merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah perkotaan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan. Seiring dengan hal tersebut, lokasi Kabupaten Demak berdekatan dengan PT. Semen Grobogan yang membutuhkan RDF sebagai bahan bakar campuran untuk batu bara. Permintaan RDF di sektor industri, khususnya di industri semen Indonesia, diperkirakan mencapai 131,94 juta ton per tahun, sementara permintaan batu bara untuk produksi di PT. Semen Grobogan diperkirakan sebesar 2.000–2.500 ton per hari. Pada tahun 2025, produksi RDF di Kabupaten Demak direncanakan mencapai kapasitas produksi 200 ton per hari atau sekitar 20.736 ton per tahun. Selain RDF, proyek ini memerlukan analisis permintaan atau kapasitas penyerapan untuk produk sampingan yang sama pentingnya, yaitu larva lalat. Analisis permintaan pasar untuk larva sebagai pakan dilakukan menggunakan data statistik tentang potensi perikanan dan peternakan unggas di wilayah Demak sebagai pengguna pakan larva.

Lokasi Proyek

Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung

Estimasi Biaya Investasi

USD 3,5 Juta (RDF) dan USD 78.000 (Maggot)

NPV : USD 2,3 Juta (RDF) dan USD 750.000 (Maggot) – USD 3 Juta (terintegrasi)

IRR : 22,91% (RDF) dan 85,92% (Maggot) – 25,4% (terintegrasi)

Payback Period : 4,5 tahun (RDF) dan 1,3 tahun (Maggot) – 4,15 tahun (terintegrasi)

Skema Investasi

PPP/BOT/BTO

Status Lahan

Area  : 25,06 Ha

Kepemilikan Lahan  :  Pemerintah Kab. Demak

Contact Person

Nma  : Sudarwanto

Institusi  : DLH Kab. Demak

Phone  : 081325607567

Email  : persampahandlh2@gmail.com